Minat masuk dunia kerja AEC? Bagi mahasiswa atau lulusan jurusan arsitektur, interior, teknik sipil, dan bidang terkait, dunia kerja AEC mungkin sudah tidak asing lagi. Industri ini menawarkan berbagai peluang kerja dengan bidang dan peran yang beragam.
Tapi, masuk ke dunia kerja AEC bukan hanya tentang menguasai software. Ada beberapa skill yang perlu mulai dibangun agar bisa lebih siap menghadapi kebutuhan project dan lingkungan kerja yang sebenarnya.
Lalu, apa saja skill yang penting dikuasai sebelum masuk dunia kerja AEC?
Apa itu AEC?
AEC merupakan singkatan dari Architecture, Engineering, dan Contruction. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan industri yang berkaitan dengan proses perencanaan, perancangan, rekayasa, hingga pembangunan suatu proyek. Di dalamnya terdapat berbagai bidang, disiplin, dan peran yang saling berhubungan, seperti arsitektur, interior, structural engineering, civil engineering, MEP engineering, construction, BIM, serta technical drafting dan documentation.
Semua bidang tersebut tidak bekerja sendiri dalam sebuah proyek. Desain arsitektur perlu berkoordinasi dengan struktur, MEP, interior, hingga pelaksanaan di lapangan. Karena itu, bekerja di industri AEC membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menggunakan software.
5 Skill Yang Perlu Disiapkan Sebelum Masuk Dunia Kerja AEC
Sebelum terjun ke dunia kerja AEC, ada beberapa skill penting yang bisa dibangun sejak masih kuliah atau sebelum memasuki dunia profesional.
Berikut 5 skill yang perlu dipersiapkan untuk membantu menghadapi kebutuhan dan tantangan di dunia kerja AEC.
1. Technical Drawing & Drawing Reading
Kemampuan membaca dan membuat gambar teknis merupakan salah satu dasar penting dalam dunia AEC. Hal-hal yang perlu kamu pahami di antaranya adalah denah, tampak, potongan, detail, dimensi, skala, simbol, dan anotasi.
Kemampuan ini bukan hanya tentang bisa membuat gambar, tetapi juga memahami informasi yang disampaikan melalui gambar tersebut.
Karena dalam proyek nyata, gambar tersebut akan menjadi salah satu media untuk menyampaikan informasi desain dan teknis kepada pihak lain
2. Software Skill
Salah satu tools utama dalam dunia kerja AEC adalah software. Berikut software yang umum digunakan antara lain:
- AutoCAD → untuk drafting dan gambar kerja.
- SketchUp → untuk 3D modeling.
- Revit → untuk BIM dan dokumentasi proyek.
- D5 Render → untuk kebutuhan visualisasi.
Namun, semua software ini tidak harus dikuasai sekaligus. Yang lebih penting adalah memahami software yang relevan dengan bidang yang ingin ditekuni, lalu membangun kemampuan tersebut secara konsisten.
Karena software hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana menggunakannya untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan project.
3. Project & Workflow Understanding
Di dunia kerja AEC, tugas yang diberikan tidak selalu sesederhana ‘buat denah’ atau ‘memodelkan bangunan’. Perlu juga untuk memahami konteks pekerjaan dan bagaimana tugas tersebut menjadi bagian dari keseluruhan project, seperti :
- Apa tujuan project?
- Apa output yang dibutuhkan?
- Tahapan pekerjaan saat ini berada di mana?
- Informasi apa yang dibutuhkan?
- Bagaimana hubungan pekerjaan ini dengan orang lain?
Inilah pentingnya latihan melalui project. Dengan mengerjakan project, kamu bisa mulai memahami bagaimana skill yang dipelajari melalui software digunakan dalam workflow yang lebih nyata.
4. Communication & Coordination
Project AEC melibatkan banyak pihak dan disiplin. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi menjadi penting. Hal-hal yang perlu dibiasakan adalah:
- Memahami brief
- Menyampaikan progress
- Bertanya jika ada informasi yang belum jelas
- Menerima feedback
- Menyampaikan kendala
- Dan berkoordinasi dengan pihak lain.
Kemampuan teknis dapat membantu menyelesaikan pekerjaan, sedangkan kemampuan komunikasi membantu memastikan pekerjaan tersebut dapat dipahami dan dikoordinasikan dengan baik.
5. Problem Solving & Attention to Detail
Tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan contoh dan tutorial dalam project nyata. Bisa saja ada perubahan desain, informasi yang belum lengkap, kondisi lapangan yang berbeda, atau benturan antar elemen yang perlu diselesaikan. Karena itu, perlu terbiasa untuk memeriksa pekerjaan, menemukan masalah, dan mencari solusi.
Selain problem solving, ketelitian atau attention to detail juga penting. Artinya, kamu terbiasa memperhatikan hal-hal kecil yang dapat mempengaruhi hasil pekerjaan secara keseluruhan. Kesalahan kecil pada ukuran, posisi, keterangan, atau informasi teknis tertentu dapat mempengaruhi bagian pekerjaan lainnya.
Skill ini biasanya berkembang semakin baik saat sering berhadapan dengan project dan belajar dari proses revisi.
Jadi, Apa yang Perlu Dipersiapkan?
Masuk ke dunia kerja AEC tidak hanya tentang menjawab pertanyaan
“Kamu bisa software apa?”
Melainkan lebih dari itu, kamu perlu memiliki kemampuan untuk membaca dan membuat informasi teknis, memahami workflow project, berkomunikasi, berkoordinasi, serta menyelesaikan masalah.
5 skill yang bisa dibangun sejak sekarang adalah :
Technical Drawing → Software → Project & Workflow → Communication → Problem Solving
Skill ini dapat dikuasai secara bertahap. Mulai dari bidang yang akan ditekuni, pilih skill yang paling relevan, lalu latih melalui project yang bisa menunjukkan kemampuan. Karena pada akhirnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang bisa menggunakan tools saja, tetapi juga orang yang tahu bagaimana menggunakan skill tersebut untuk menyelesaikan masalah.
Siap Mulai Membangun Skill untuk Masuk Ke Dunia Kerja AEC?
Saatnya kenali bidang yang ingin kamu tekuni, pilih skill yang akan relevan, dan mulai belajar melalui project yang mendekati kebutuhan dunia kerja. Karena skill akan lebih berkembang ketika tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipraktikkan.
